logo

Bunyi Klakson

logo

Anda pasti pernah berkendara di jalan raya. Entah mengendarai motor atau mobil. Yang jelas pasti Anda paham dengan situasi jalanan. Apalagi pada saat jam-jam masuk kantor atau jam-jam anak-anak masuk sekolah. Situasi macet pasti sering Anda alami dengan berbagai macam perasaan yang berkecamuk di hati.

 

Pagi tadi saya kejebak macet. Antrian kendaraan panjang nampak terlihat. Namun saya tidak tahu persis apa yang menyebabkan kemacetan tersebut. Dari kiri dan kanan mobil saya banyak kendaraan yang mencoba untuk mencari jalan keluar. Mencari sisipan yang memungkinkan. Apalagi tukang becak, dia juga tidak mau ketinggalan untuk mencari kesempatan jalan. Bahkan kadang-kadang tanpa mempedulikan keselamatan orang lain. Kalau sudah begini terkadang bukan kelancaran yang didapat, tapi malah kemacetan total. Karena tidak ada yang mau memberi kesempatan pada yang lain.

 

Yang saya tidak habis pikir juga adalah mobil-mobil di belakang saya. Jelas sekali bahwa antrian panjang dan tidak bergerak, tapi klakson mereka pada berbunyi silih berganti. Padahal jelas antrian tidak bergerak. Kadang ada keinginan saya untuk membuka kaca mobil atau keluar dari mobil untuk memberi isyarat kepada mereka agar terbang saja – kalau memang ingin jalan. Tapi hal ini tidak pernah kesampaian saya lakukan.

 

Dalam situasi seperti ini sempat terpikir olah saya, apakah memang seharusnya begitu ?! Membunyikan klakson sekeras-kerasnya dan berkali-kali agar jalan jadi lancar. Tapi dimana nalarnya. Terus terang saya tidak pernah dan tidak bisa melakukan itu. Menghadapi kondisi seperti ini yang saya lakukan ya hanya diam menunggu antrian bergerak lalu ikut bergerak.

 

Dalam benak saya bunyi klakson adalah indentik dengan suara kita. Mewakili keberadaan kita atau bahkan pribadi kita dalam menghadapi situasi atau masalah. Ini bisa untuk menilai diri kita sendiri, tentang kesabaran kita.

 

Coba anda maulai hitung sendiri hari ini. Dalam berkendara, katakanlah, dari rumah ke kantor, berapa kali anda menggunakan klakson ?

 

Klakson yang dibunyikan berkali-kali apalagi dengan tekanan yang full, tak ubahnya sama dengan diri anda dalam kondisi berkacak pinggang, sambil menunjuk dan berteriak-teriak. Bahwa sayalah yang prioritas ! Karena itu, siapa saja yang ada didepan saya harus minggir, memberi jalan kepada saya. Coba tanya pada diri kita sendiri, benarkan kita ini prioritas ? Menurut siapa ? Di mata siapa ? Atau bukannya ini wujud dari kesombongan…….

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Leave a Reply

logo
logo
Powered by WordPress | Designed by Elegant Themes