Waktu ke kantor kemarin saya naik angkot. Di dalam angkot sudah banyak penumpang. Saya duduk persis di dekat pintu sebelah kiri. Tiba-tiba angkot berhenti untuk menaikkan penumpang lagi. Saya lihat memang masih ada bangku kosong, cukup untuk satu orang. Nampak seorang perempuan naik dan duduk di tempat kosong tersebut. Ternyata perempuan itu rekan kerja saya, Wati namanya.
Begitu duduk, rekan saya tersebut sudah mengeluh panas dan sumpek.Ia mengeluarkan buku tipis dari dalam tasnya, dan mulai mengipasi dirinya. Sementara cuaca di luar memang begitu panas, sehingga menambah kegerahan saja. Dahi Wati mulai berpeluh kecil.
Sebentar-sebentar kudengar Wati mengeluh lagi. Apalagi jalanan mulai macet. Apa saja keluar dari mulutnya, meskipun hanya berguman dan tidak jelas maksudnya.
” Kenapa, Ti, ” tanyaku kemudian mencoba peka terhadap situasinya
” Gerah sekali, nih, ” jawabnya
” Sudah gerah kenapa malah bergerak-gerak.”
” Maksudnya ?”
” Dengan mengipas-ngipas, apa tidak tambah gerah. Kan keluar lagi tenaganya ?”
Wati tidak menjawab.
” Macet lagi ! ” ia berceletuk
” Kok resah sekali sih, Tik ?” tanyaku lagi
“ Gimana nggak resah, mas, kalau macet begini nanti kan terlambat ?!”
” Apakah keresahan kamu ini bisa mempercepat laju angkot ini ?”
” Ya, tidak dong, mas, kan ada sopirnya ”
” Lalu, kenapa kamu resah ? “
“ Kita kan bisa terlambat masuk kantor. ”
” Emang kenapa kalau terlambat ? ”
” Lha, kan Pak Wongso suka marah kalau kita terlambat ”
” Terus kamu mau ngapain. ”
” Nggak tahu ! ” sahutnya ketus
” Mendingan gini saja, Tik, ” kataku lagi seperti punya jalan keluar
” Kamu turun saja . ”
” Terus ? ”
” Kamu jalan kaki saja. Atau kalau tidak mau jalan, lari saja !”
” Edan kamu ! ”
Bibir Wati bersungut-sungut.
” Kalau tidak mau juga, naik saja ojek…, mudah-mudah tidak terlabat dan…..lebih cepat masuk kantor. ”
” Nggak lucu !”
” Lho, daripada kamu di sini resah – stress. Itu malah berbahaya buat kesehatan kamu. Tidak baik buat perkembangan jiwa kamu ”
” Namun itu juga terserah kamu… Saya kan cuma memberikan pandangan dan kamu tinggal memberikan pilihan. Enak, kan.”
” He.he.eee”
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.