HIDUP = PERJALANAN SPIRITUAL ?
Sampai saat ini saya masih belum faham ketika ada seseorang yang mengomentari rekan yang lain dengan sebutan:
“ Kalu dia sih spiritualis…”
” Dia itu kan nggak suka kemana-mana. Apalagi dugem. Susah untuk untuk diajak-ajak seperti kita-kita ini, ” begitu jawaban teman lain ketika hal itu saya tanyakan kepadanya.
” Kalau diajak ke mesjid. Dzikir, pasti dia mau ”
” Nggak percaya ? Coba aja ! ” Saya mencoba untuk merenung, benarkah apa yang dikatakan teman saya. Spiritual itu dekat dengan kegiatan di mesjid, dekat dengan kegiatan dzikir, atau pendeknya dekat dengan kegiatan keagamaan ?
Ok. Sementara saya mencoba mengambil kesimpulan bahwa kita sering membedakan hidup ini dengan 2 kelompok.
Pertama: Hidup Keduniaan
Kedua: Hidup Spiritual.
Artinya, seolah-olah bahwa kita ini punya 2 tujuan hidup, keduniaan dan spiritual. Kalau memang demikian terus kapan 2 tujuan tersebut akan dicapai ? Dan..mana pula yang harus didahulukan ?
Sebagaimana dinyatakan dalam surat Adz-Dzariat, ayat 56: bahwa Allah telah menetapkan tujuan hidup manusia:
“ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku .”
Ini merupakan visi dari semua manusia, apapun kelompok bangsanya, apapun jenis kelaminnya, apapun pekerjaannya, apapaun dan dimanapun mereka berada dan apapun-apapun yang lainnya. Arah itulah yang harus dituju oleh kita semua.
Artinya, sejak kita diciptakan tujuan kita adalah untuk menyembah Allah. Jadi perjalanan kita di dunia ini adalah perjalanan spiritual. Hidup ini adalah spiritual.
Mari coba kita berpikir dengan pendekatan BODOH saja:
Visi kita: Hidup Untuk Menyembah Allah
Untuk HIDUP kita perlu MAKAN
Untuk MAKAN kita perlu cari UANG
Untuk dapat UANG kita perlu KERJA/ USAHA
Untuk dapat KERJA/ USAHA kita perlu PINTAR/ SEKOLAH/ BELAJAR
Untuk……. perlu………
Untuk……..perlu………
Dst. Dst….
Artinya: sekolah, bekerja, cari uang, makan dst… adalah dalam rangka mencapai tujuan hidup yang telah ditetapkan Allah, untuk menyembah Allah. Artinya lagi, ini adalah perjalanan untuk mendekatkan diri pada Allah. Jadi dalam melaksanakan prosesnya jangan kita menyimpang dari jalan Allah. Karena ini adalah perjalanan spiritual. Hidup adalah Spiritual
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.