Tumbuh-tumbuhan berkhasiat obat telah berabad-abad digunakan oleh nenek moyang kita dan memberikan hasil yang baik bagi pemeliharaan kesehatan dan pengobatan. Selama berabad-abad tumbuh-tumbuhan diandalkan sebagai obat untuk berbagai penyakit. Catatan sejarah menunjukkan bahwa dulu masyarakat umumnya paham tentang tumbuh-tumbuhan yang berfungsi obat dan juga paham cara penggunaannya sebagai obat. Sumber pengetahuan ini berasal dari para orang tua masing-masing dan tabib. Sementara tabib memperoleh pengetahuan ini selain dari orang utanya juga dari kitab-kitab.
Pengetahuan tentang tanaman obat yang tertulis dalam kitab-kitab tersebut diperoleh dari pengalaman para tabib sendiri dan berdasarkan pengetahuan dari negara yang jauh seperti China dan India. Hal ini mengingat kepulauan Indonesia merupakan tempat persinggahan orang-orang dalam perjalanan anatara dua negeri tersebut. Oleh karena itu ternyata pengetahuan tentang tanaman obat dari masyarakat kita dulu tidak berbeda jauh dengan pengetahuan serupa dari masyarakat China dan India.
Dengan masuknya pengobatan modern di negara kita yang terutama dibawa oleh Belanda, dan kemudian mulai awal abad ini diintoduksikan kepada masyarakat kit, anatara lin dengan didirikannya sekolah dokter Jawa di Jakarta, maka pengetahuan dan praktek pengobatan dengan tanaman obat secara bertahap dan sistematis ditinggalakan.
Pengobatan tradisional dengan tanaman obat dianggap kuno, berbahaya, tidak masuk akal, tidak higienis dan dianggap bodoh. Oleh karena itu orang yang berpendidikan selayaknya tidak menggunakan bahan-bahan itu lagi tetapi menggunakan obat-obat modern berupa bahan kimia. Hal ini dilakukan tanpa sama sekali menghargai bahwa pengetahuan tentang tanaman obat ini telah selama berabad-abad menjadi andalan dalam pemeliharaan kesehatan dan pengobatan
Dengan berkembangnya pendidikan model barat maka kita menjadi semakin jauh meninggalkan pengetahuan dan cara-cara pengobatan menggunakan tanaman obat.
Di negeri-negeri timur seperti Jepang, RRC, Taiwan dan Korea hal semacam itu tidak perlu terjadi. Pengobatan modern menggunakan bahan-bahan kimia dan peralatan modern terus dikembangkan tetapi pengobatan tradisional menggunakan tanaman obat juga terus dipelihara dan dikembangkan. Penggunaan tanaman obat mernjadi satu alternatif bagi setaip pasien, yaitu pasien bisa memilih menggunakan obat kimia atau obat tumbuh-tumbuhan. Obat tumbuh-tumbuhan ini biasanya diresepkan oleh dokter dan digunakan di rumah sakit.
Obat-obat kimia dalam perkembangannya memiliki banyak kelemahan antara lain:
Berfdasarkan kenyataan kelemahan obat-obat kimia tersebut maka saat ini terdapat kecenderungan untu kembali ke alam ( back to naure ) dalam bidang pemeliharaan kesehatan dan pengobatan berupa upaya penggunaan tumbuh-tumbuhan berkhasiat obat.
Tumbuh-tumbuhan berkhasit obat ini menskipun tetap memiliki kelemahan, yaitu penggunaannya yang tidak praktis, tetapi memiliki kelebihan-kelebihan antara lain:
Kesadaran akan kenyataan di atas maka penggunaan tanaman obat mulai diterima kembali oleh masyarakat sebagai pengobatan alternatif dan cara pemeliharaan kesehatan yang alamaiah dan aman
Pengertian pengobatan alternatif ini, yaitu:
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.