Menentukan Sendiri

Ini ada cerita di sekitar tugas kedinaskanku:

Ada karyawan yang datang kepada saya. Dia orang Makassar tapi bekerja di Papua. Ia bilang kalau kedatangannya adalah menyengaja untuk bertemu saya. Ia ingin mengutarakan keinginannya langsung kepada saya.

Pendek kata, karena sudah lama bekerja di Papua, maka ia minta pindah bekerja ke Makassar. Sambil bicara dengannya saya coba untuk membuka data yang terkait dengan kepegawaian dia. Ternyata, ia memang sudah lama bekerja di Papua.

 “ Baik, pak nanti kami akan evaluasi dalam sidang jabatan. “ kata saya waktu itu merespons keinginannya. Dia cuma diam dan memandangi saya sambil menganggukan kepalanya pelan.

“ Target saya bulan Februari sudah di Makassar, pak .”

” Hah..”

Terus terang saya kaget dengan  ucapan dia yang tiba-tiba.

” Maksud Bapak apa ? ”

” Bulan Februari pokoknya sudah di Makassar. ”

Saya masih terheran-heran dengan sikap karyawan ini.

” Pak, Bapak nggak boleh begitu, ” kataku lagi

” Bapak punya keinginan pindah, itu ok ”

” Bapak sudah berupaya. Termasuk minta tolong kepada siapa saja, termasuk saya. Itu juga ok. ”

” Tapi bapak tidak boleh men target begitu ?!”

” Sebagai manusia kita semua sama, pak. Sebagaimana job diskripsi dalam jabatan, kewenangan kita hanya pada tarap berusaha atau berupaya. Dengan mendengar keinginan bapak, saya akan berusaha membantu bapak. Namun yang menetukan Allah, pak. Kalaupun bapak jadi pindahpun, itu bukan karena saya, pak. Tapi karena Allah memang menghendaki atau meridhoi keinginan bapak.”

” jadi sekali lagi, tolong bapak jangan men terget waktunya. Sekarang bapak sudah berusaha secara fisik. Bicara kepada saya. Sekarang tinggal bapak perbanyak do’a kepada Allah. Memohon kepada Allah dengan khusu’. Kalau niat pindah bapak memang baik Insya Allah dikabulkan.”

” baik , pak, terima kasih. Mohon maaf, pak ”

”ok.”

Sepeninggal yang bersangkutan saya sempat merenung. Kok bisa, ya, minta tolong, tapi memberi target, seperti memaksa, begitu batinku. Kadang muncul juga dalam hatiku sifat slengekkan gaya betawi:

” Kalau loe bikin target waktu, bikin aja sendiri sk nya , dan tanda tangani sendiri.. lalu kabur….”

He.he..hee…heeee…..

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

Leave a Reply

Translator
Indonesian flagItalian flagKorean flagChinese (Simplified) flagChinese (Traditional) flagPortuguese flagEnglish flagGerman flagFrench flag
Spanish flagJapanese flagArabic flagRussian flagGreek flagDutch flagBulgarian flagCzech flagCroatian flag
Danish flagFinnish flagHindi flagPolish flagRomanian flagSwedish flagNorwegian flagCatalan flagFilipino flag
Hebrew flagLatvian flagLithuanian flagSerbian flagSlovak flagSlovenian flagUkrainian flagVietnamese flagAlbanian flag
Estonian flagGalician flagMaltese flagThai flagTurkish flagHungarian flagBelarus flagIrish flagIcelandic flag
Macedonian flagMalay flagPersian flag      
By N2H
Peluang Usaha

Mau Usaha EsTeler Dengan Citarasa Esteler 77 ? Di sini Rahasianya !

Bagaimana mengubah blog WordPress menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai



Tulis Pesan Anda